BeritaBengkulu.id – Warga Kelurahan Suka Merindu, Kecamatan Sungai Serut, atau berlokasi berdekatan dengan Balai Kota Bengkulu mengeluhkan limbah sampah yang dibuang ke siring oleh warga yang tidak bertanggung jawab.
Menurut pantauan bengkulunews.co.id, sungai yang berada tepat di bawah Balai Kota Bengkulu terlihat kotor akan sampah dan limbah.
“Sampah ini berasal dari Pasar Minggu, tapi ada juga warga yang membuang sampah ke sungai,” keluh Ade warga setempat, Senin (13/3/2017).
Ade menambahkan, biasanya ketika hujan, air sungai menjadi meluap dan mengakibatkan banjir hingga air  masuk ke dalam rumah warga, dan meninggalkan sisa sampah yang terbawa banjir,dan ketinggian banjir bisa mencapai lutut orang dewasa pada saat hujan deras.
Sementara itu, Murni warga setempat lainnya menjelaskan, bahwa dulunya ada papan peringatan untuk larangan membuang sampah.
“Dulu pernah ada plang bertuliskan dilarang membuang sampah, tetapi warga tidak menghiraukan plang tersebut,” ujar Murni.
Murni menambahkan, sungai ini sudah sering dibersihkan dan dikeruk 3 kali dalam setahun, akan tetapi warga tetap saja membuang sampah ke siring.
“Kami berharap pemerintah menetapkan peraturan dan sanksi bagi warga yang membuang sampah atau limbah ke sungai,” sarannya. (***)

Padahal Dekat Balai Kota Bengkulu, Siring Ini Penuh Sampah

BeritaBengkulu.id – Warga Kelurahan Suka Merindu, Kecamatan Sungai Serut, atau berlokasi berdekatan dengan Balai Kota Bengkulu mengeluhkan limbah sampah yang dibuang ke siring oleh warga yang tidak bertanggung jawab.
Menurut pantauan bengkulunews.co.id, sungai yang berada tepat di bawah Balai Kota Bengkulu terlihat kotor akan sampah dan limbah.
“Sampah ini berasal dari Pasar Minggu, tapi ada juga warga yang membuang sampah ke sungai,” keluh Ade warga setempat, Senin (13/3/2017).
Ade menambahkan, biasanya ketika hujan, air sungai menjadi meluap dan mengakibatkan banjir hingga air  masuk ke dalam rumah warga, dan meninggalkan sisa sampah yang terbawa banjir,dan ketinggian banjir bisa mencapai lutut orang dewasa pada saat hujan deras.
Sementara itu, Murni warga setempat lainnya menjelaskan, bahwa dulunya ada papan peringatan untuk larangan membuang sampah.
“Dulu pernah ada plang bertuliskan dilarang membuang sampah, tetapi warga tidak menghiraukan plang tersebut,” ujar Murni.
Murni menambahkan, sungai ini sudah sering dibersihkan dan dikeruk 3 kali dalam setahun, akan tetapi warga tetap saja membuang sampah ke siring.
“Kami berharap pemerintah menetapkan peraturan dan sanksi bagi warga yang membuang sampah atau limbah ke sungai,” sarannya. (***)