Peta Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar Bengkulu.
BeritaBengkulu.id - Akademisi Universitas Bengkulu, Zamdial Taalidin mengatakan tujuh pulau kecil yang berpenghuni dan belum berpenghuni di wilayah Provinsi Bengkulu berptensi menjadi modal untuk mengembangkan wisata bahari.

"Ada tujuh pulau yang masuk wilayah Provinsi Bengkulu yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari baru," kata Zamdial saat seminar bertajuk Potensi Pariwisata Bahari Menuju "Wonderful Bengkulu 2020" yang digelar di Bengkulu, Selasa (25/4).

Seminar yang digelar oleh Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu itu mengupas potensi wisata bahari Bengkulu dengan sumber daya alam kelautan yang melimpah.

Tujuh pulau kecil yang berada dalam wilayah Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Presiden nomor 78 tahun 2015 yakni Pulau Enggano, Pulau Satu, Pulau Dua, Pulau Merbau, Pulau Bangkai, Pulau Tikus dan Pulau Mega.

Dari tujuh pulau tersebut hanya satu yang berpenghuni sekaligus memiliki daratan terluas yakni Pulau Enggano, berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu. "Pulau Enggano lebih strategis karena ada masyarakat adat yang mendiami pulau terluar itu, sehingga kekayaan budaya juga bisa menjadi daya tarik wisata," katanya.

Dalam perspektif kemaritiman kata Zamdial, Bengkulu memiliki panjang garis pantai 525 kilometer yang terbentang sepanjang jalan lintas barat Sumatera mulai dari Kabupaten Mukomuko perbatasan dengan Sumatera Barat, hingga Kabupaten Kaur perbatasan dengan Provinsi Lampung.

Dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu ada tujuh wilayah kabupaten dan kota yang merupakan wilayah pesisir. Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Tri Anugrah mengatakan seminar tersebut merupakan wadah untuk menggali potensi wisata bahari dan mendiskusikan strategi untuk memajukan daerah. "Kami menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pemerintah daerah yang diharapkan mampu menangkap buah pikiran dan gagasan peserta seminar," katanya.

Selain dua akademisi Universitas Bengkulu, seminar tersebut juga menghadirkan Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Zulficar Mochtar dan Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto.


(Ant)

7 Pulau Bengkulu Ini Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Bahari

Peta Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar Bengkulu.
BeritaBengkulu.id - Akademisi Universitas Bengkulu, Zamdial Taalidin mengatakan tujuh pulau kecil yang berpenghuni dan belum berpenghuni di wilayah Provinsi Bengkulu berptensi menjadi modal untuk mengembangkan wisata bahari.

"Ada tujuh pulau yang masuk wilayah Provinsi Bengkulu yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari baru," kata Zamdial saat seminar bertajuk Potensi Pariwisata Bahari Menuju "Wonderful Bengkulu 2020" yang digelar di Bengkulu, Selasa (25/4).

Seminar yang digelar oleh Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu itu mengupas potensi wisata bahari Bengkulu dengan sumber daya alam kelautan yang melimpah.

Tujuh pulau kecil yang berada dalam wilayah Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Presiden nomor 78 tahun 2015 yakni Pulau Enggano, Pulau Satu, Pulau Dua, Pulau Merbau, Pulau Bangkai, Pulau Tikus dan Pulau Mega.

Dari tujuh pulau tersebut hanya satu yang berpenghuni sekaligus memiliki daratan terluas yakni Pulau Enggano, berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu. "Pulau Enggano lebih strategis karena ada masyarakat adat yang mendiami pulau terluar itu, sehingga kekayaan budaya juga bisa menjadi daya tarik wisata," katanya.

Dalam perspektif kemaritiman kata Zamdial, Bengkulu memiliki panjang garis pantai 525 kilometer yang terbentang sepanjang jalan lintas barat Sumatera mulai dari Kabupaten Mukomuko perbatasan dengan Sumatera Barat, hingga Kabupaten Kaur perbatasan dengan Provinsi Lampung.

Dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu ada tujuh wilayah kabupaten dan kota yang merupakan wilayah pesisir. Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Tri Anugrah mengatakan seminar tersebut merupakan wadah untuk menggali potensi wisata bahari dan mendiskusikan strategi untuk memajukan daerah. "Kami menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pemerintah daerah yang diharapkan mampu menangkap buah pikiran dan gagasan peserta seminar," katanya.

Selain dua akademisi Universitas Bengkulu, seminar tersebut juga menghadirkan Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Zulficar Mochtar dan Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto.


(Ant)