BeritaBengkulu.id - Melepas stres itu perlu, salah satunya dengan traveling. Namun ada pertanyaan: ketika waktu tidak lagi menjadi masalah, lebih baik pilih satu minggu traveling mewah atau satu bulan traveling ala backpacker?

Pilihan ini memang dilematis. Di satu sisi, pasti kita ingin pengalaman liburan bisa maksimal dengan anggaran yang maksimal pula.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat kondisi keuangan pribadi dulu.
Bisa saja liburan murah tiga hari di Yogyakarta lebih berkesan ketimbang jalan-jalan seharian di pusat belanja Singapura. Begitu pula sebaliknya. Liburan mahal tak selalu menandakan pengalaman itu berkesan. Simak ulasan dari DuitPintar.com berikut ini.

Pengalaman Mewah
Satu hal yang mesti kita kejar ketika hendak berlibur adalah pengalaman yang maksimal. Lebih spesifik lagi, pengalaman liburan yang mewah.

Namun mewah di sini tidak identik dengan mahal. Misalnya pelesiran ke Puncak saja, tapi bisa bersama seluruh keluarga dan menikmati kebersamaan itu tanpa gangguan cuaca maupun masalah lainnya.

Itu lebih mewah ketimbang pergi liburan ke Bali dan menginap di hotel berbintang tujuh hari, tapi ada salah satu anggota keluarga yang tak bisa ikut. Lebih-lebih bila di sana sering hujan, sehingga aktivitas terganggu.

Karena itu, kita mesti mempertimbangkan waktu liburan. Bila hendak berangkat bersama keluarga, pastikan semuanya bisa ikut serta. Selain itu, lihat situasi di lokasi pelesir yang hendak dituju. Contohnya dengan mencari tahu apa saja kegiatan yang bisa dilakukan, plus sedang musim apa cuacanya. Tidak lucu kan, sudah keluar uang banyak tapi lebih sering menghabiskan waktu di hotel ketimbang jalan-jalan keluar.

Ketika Waktu Bukan Masalah
Dengan acuan penjelasan di atas, saat kita bisa memilih 1 minggu traveling mewah atau 1 bulan traveling backpacker, tengoklah dana di rekening. Waktu bukan masalah, tapi anggaran bisa menjadi masalah.

Keduanya sama-sama baik untuk dipilih ketika waktu dan dana tidak menjadi masalah. Siapa yang tidak mau liburan bisa tidur enak di kasur empuk hotel?

Tapi, melihat perbandingan durasi liburan 1 minggu vs 1 bulan, akan lebih banyak pengalaman yang bisa didapat jika memilih traveling ala backpacker. Selama 1 bulan melalang buana, kecil kemungkinannya hanya ada satu-dua pengalaman berkesan.

Apalagi traveling dengan anggaran terbatas memiliki tantangan tersendiri dalam hal perencanaan. Kita mesti pandai-pandai mengatur anggaran agar cukup untuk hura-hura sebulan di perjalanan.

Rencana liburan inilah yang berperan penting untuk menentukan menarik tidaknya pengalaman yang akan diraih.

Rencana ini mencakup anggaran dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di lokasi liburan. Jangan sampai kehabisan dana saat berlibur lama. Atau malah bingung tidak tahu apa yang bisa dilakukan saat traveling. Yuk, siapkan semuanya sebelum memutuskan mau liburan ke mana dan berapa lama.

(L6)

Pilih Mana, 1 Minggu Traveling Mewah atau 1 Bulan ala Backpacker?


BeritaBengkulu.id - Melepas stres itu perlu, salah satunya dengan traveling. Namun ada pertanyaan: ketika waktu tidak lagi menjadi masalah, lebih baik pilih satu minggu traveling mewah atau satu bulan traveling ala backpacker?

Pilihan ini memang dilematis. Di satu sisi, pasti kita ingin pengalaman liburan bisa maksimal dengan anggaran yang maksimal pula.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat kondisi keuangan pribadi dulu.
Bisa saja liburan murah tiga hari di Yogyakarta lebih berkesan ketimbang jalan-jalan seharian di pusat belanja Singapura. Begitu pula sebaliknya. Liburan mahal tak selalu menandakan pengalaman itu berkesan. Simak ulasan dari DuitPintar.com berikut ini.

Pengalaman Mewah
Satu hal yang mesti kita kejar ketika hendak berlibur adalah pengalaman yang maksimal. Lebih spesifik lagi, pengalaman liburan yang mewah.

Namun mewah di sini tidak identik dengan mahal. Misalnya pelesiran ke Puncak saja, tapi bisa bersama seluruh keluarga dan menikmati kebersamaan itu tanpa gangguan cuaca maupun masalah lainnya.

Itu lebih mewah ketimbang pergi liburan ke Bali dan menginap di hotel berbintang tujuh hari, tapi ada salah satu anggota keluarga yang tak bisa ikut. Lebih-lebih bila di sana sering hujan, sehingga aktivitas terganggu.

Karena itu, kita mesti mempertimbangkan waktu liburan. Bila hendak berangkat bersama keluarga, pastikan semuanya bisa ikut serta. Selain itu, lihat situasi di lokasi pelesir yang hendak dituju. Contohnya dengan mencari tahu apa saja kegiatan yang bisa dilakukan, plus sedang musim apa cuacanya. Tidak lucu kan, sudah keluar uang banyak tapi lebih sering menghabiskan waktu di hotel ketimbang jalan-jalan keluar.

Ketika Waktu Bukan Masalah
Dengan acuan penjelasan di atas, saat kita bisa memilih 1 minggu traveling mewah atau 1 bulan traveling backpacker, tengoklah dana di rekening. Waktu bukan masalah, tapi anggaran bisa menjadi masalah.

Keduanya sama-sama baik untuk dipilih ketika waktu dan dana tidak menjadi masalah. Siapa yang tidak mau liburan bisa tidur enak di kasur empuk hotel?

Tapi, melihat perbandingan durasi liburan 1 minggu vs 1 bulan, akan lebih banyak pengalaman yang bisa didapat jika memilih traveling ala backpacker. Selama 1 bulan melalang buana, kecil kemungkinannya hanya ada satu-dua pengalaman berkesan.

Apalagi traveling dengan anggaran terbatas memiliki tantangan tersendiri dalam hal perencanaan. Kita mesti pandai-pandai mengatur anggaran agar cukup untuk hura-hura sebulan di perjalanan.

Rencana liburan inilah yang berperan penting untuk menentukan menarik tidaknya pengalaman yang akan diraih.

Rencana ini mencakup anggaran dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di lokasi liburan. Jangan sampai kehabisan dana saat berlibur lama. Atau malah bingung tidak tahu apa yang bisa dilakukan saat traveling. Yuk, siapkan semuanya sebelum memutuskan mau liburan ke mana dan berapa lama.

(L6)