Related image

BeritaBengkulu.id - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli KPK mendatangi kantor lembaga anti korupsi itu di kawasan Kuningan, Jakarta.

Mereka menemui Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Tujuannya menanyakan perkembangan investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan. 

"Kami datang ke KPK untuk menanyakan perkembangan kasus Novel. Dan juga pertanyakan pimpinan KPK yang terihat masih gamang dalam mendesak pengusutan pelaku dan dalang utama terhadap Novel," ujar Direktur Internasional Indonesia, Usman Hamid, usai bertemu dengan pimpinan KPK.

Jelang tiga puluh hari sejak penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras, Usman mengatakan seharusnya ada perkembangan hukum yaitu pengungkapan pelaku dan juga tokoh utama di balik serangan.

"Kami akan terus menyuarakan, meminta KPK  lebih tegas lagi dalam memastikan bahwa pelaku serangan terhadap Novel dan tokoh utamanya ditangkap dan diadili," imbuhnya.

Komisioner Indonesia Coruption Watch (ICW), Tama S Langkun, yang turut hadir di gedung KPK juga mengungkapkan bahwa mereka berencana mendatangi pihak kepolisian.

"Kami sudah persiapkan berbagai macam rencana terkait meminta update. Enggak hanya KPK, tapi kita juga akan ke kepolisan minta update bagaimana perkembangan investigasi," ujar Tama.

Menurut Tama, jika KPK maupun polisi tidak mampu untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan Novel, sebaiknya negara segera membentuk tim independen investigasi.

"Agar penanganan perkara yang berhubungan dengan Novel ini jelas ujungnya," pungkas Tama.

(RM)

Penanganan Kasus Novel Baswedan Tidak Jelas Ujungnya

Related image

BeritaBengkulu.id - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli KPK mendatangi kantor lembaga anti korupsi itu di kawasan Kuningan, Jakarta.

Mereka menemui Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Tujuannya menanyakan perkembangan investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan. 

"Kami datang ke KPK untuk menanyakan perkembangan kasus Novel. Dan juga pertanyakan pimpinan KPK yang terihat masih gamang dalam mendesak pengusutan pelaku dan dalang utama terhadap Novel," ujar Direktur Internasional Indonesia, Usman Hamid, usai bertemu dengan pimpinan KPK.

Jelang tiga puluh hari sejak penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras, Usman mengatakan seharusnya ada perkembangan hukum yaitu pengungkapan pelaku dan juga tokoh utama di balik serangan.

"Kami akan terus menyuarakan, meminta KPK  lebih tegas lagi dalam memastikan bahwa pelaku serangan terhadap Novel dan tokoh utamanya ditangkap dan diadili," imbuhnya.

Komisioner Indonesia Coruption Watch (ICW), Tama S Langkun, yang turut hadir di gedung KPK juga mengungkapkan bahwa mereka berencana mendatangi pihak kepolisian.

"Kami sudah persiapkan berbagai macam rencana terkait meminta update. Enggak hanya KPK, tapi kita juga akan ke kepolisan minta update bagaimana perkembangan investigasi," ujar Tama.

Menurut Tama, jika KPK maupun polisi tidak mampu untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan Novel, sebaiknya negara segera membentuk tim independen investigasi.

"Agar penanganan perkara yang berhubungan dengan Novel ini jelas ujungnya," pungkas Tama.

(RM)