BeritaBengkulu.id - Kementerian Pariwisata RI kembali mengajak publik untuk aktif menyuarakan destinasi wisata Indonesia. Salah satunya melalui pemilihan nominator destinasi terbaik dan terpopuler. Pilihan masyarakat ini akan di apresiasi dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang rencananya bakal digelar November mendatang.

“Provinsi Bengkulu ada dua yang masuk nominasi. Teluk Sepang Kota Bengkulu dalam kategori tempat berselancar terpopuler, kemudian dalam kategori minuman tradisional terpopuler yakni teh Oolong Kepahiang,” Muhammad Syafaat selaku CEO ayojalanjalan.com penyelenggara API 2017 saat penutupan Famtrip Festival Bumi Raflesia di Bengkulu, Minggu (23/Juli).

Syafaat juga menerangkan, API 2017 juga merupakan upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata nusantara. Kesempatan ini juga merupakan peluang positif untuk pemerintah daerah. Seperti halnya Pemerintah Provinsi Bengkulu yang saat ini mulai agresif mempromosikan potensi serta destinasinya.

“Sementara saat ini yang masuk nominasi baru dua, destinasi lain mari terus kita populerkan kemudian bisa diusulkan untuk Anugerah Pesona Indonesia. Kita mengapresiasi upaya Pemprov Bengkulu, yang menggelar Famtrip untuk para bloger dan traveler Indonesia dalam Festival Bumi Raflesia 2017 ini. Mudah-mudahan ini meningkatkan awareness masyarakat,” paparnya.

Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara (vote) sementara, Teluk Sepang Kota Bengkulu dalam kategori Most Popular Surfing Spot dan Teh Oolong Kepahiang pada kategori Most Popular Traditional Drink masih menduduki posisi juru kunci.

“Dihitung per akhir Juni lalu hasil sementara masih paling bawah. Saat ini pemungutan suara masih dibuka, seluruh masyarakat dipersilahkan untuk memberikan suara dukungan terhadap pariwisata kebanggaannya melalui website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com juga lewat SMS berbayar ke nomor 99386, dengan mengetik sesuai keyword nominasi pilihannya,” terang Syafaat.

Dengan potensi wisata yang dimiliki Bengkulu, lanjut Syafaat, sebenarnya masih banyak peluang untuk masuk nominasi. Beberapa nominasi yang bisa dimasukkan usulan seperti situs sejarah, makanan tradisional, tempat menyelam, dataran tinggi, juga festival wisata terpopuler. Bisa masuk nominasi adalah peran pemerintah dan masyarakat mempromosikan wisatanya.

“Benteng Malborough sempat masuk, tapi belum berhasil,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui dinas pariwisata pada 20 – 23 Juli 2017 ini menggelar Festival Bumi Raflesia. Hal ini bertujuan sebagai peningkatan citra atau promosi wisata. Provinsi dengan garis 525 kilometer pantai juga terkepung hutang lindung (Taman Nasional Kerinci Sebelat) ini juga mempersiapkan diri menjadi tujuan wisata pada tahun 2020.

“Kita tentunya bersyukur, semua pagelaran mulai dari Triathlon 2017, Bengkulu Coffe Festival dan Family Trip bersama bloger Indonesia berjalan sukses. Beberapa catatan pada tahun ini, kita akan berupaya perbaiki dan sempurnakan di tahun mendatang,” ucap Yudi Satria, kepala dinas pariwisata yang juga mengharap kehadiran bloger untuk kembali datang ke Bengkulu pada Festival Tabut 2017 yang bakal digelar September mendatang.

Dukung Teluk Sepang dan Teh Oolong


BeritaBengkulu.id - Kementerian Pariwisata RI kembali mengajak publik untuk aktif menyuarakan destinasi wisata Indonesia. Salah satunya melalui pemilihan nominator destinasi terbaik dan terpopuler. Pilihan masyarakat ini akan di apresiasi dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang rencananya bakal digelar November mendatang.

“Provinsi Bengkulu ada dua yang masuk nominasi. Teluk Sepang Kota Bengkulu dalam kategori tempat berselancar terpopuler, kemudian dalam kategori minuman tradisional terpopuler yakni teh Oolong Kepahiang,” Muhammad Syafaat selaku CEO ayojalanjalan.com penyelenggara API 2017 saat penutupan Famtrip Festival Bumi Raflesia di Bengkulu, Minggu (23/Juli).

Syafaat juga menerangkan, API 2017 juga merupakan upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata nusantara. Kesempatan ini juga merupakan peluang positif untuk pemerintah daerah. Seperti halnya Pemerintah Provinsi Bengkulu yang saat ini mulai agresif mempromosikan potensi serta destinasinya.

“Sementara saat ini yang masuk nominasi baru dua, destinasi lain mari terus kita populerkan kemudian bisa diusulkan untuk Anugerah Pesona Indonesia. Kita mengapresiasi upaya Pemprov Bengkulu, yang menggelar Famtrip untuk para bloger dan traveler Indonesia dalam Festival Bumi Raflesia 2017 ini. Mudah-mudahan ini meningkatkan awareness masyarakat,” paparnya.

Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara (vote) sementara, Teluk Sepang Kota Bengkulu dalam kategori Most Popular Surfing Spot dan Teh Oolong Kepahiang pada kategori Most Popular Traditional Drink masih menduduki posisi juru kunci.

“Dihitung per akhir Juni lalu hasil sementara masih paling bawah. Saat ini pemungutan suara masih dibuka, seluruh masyarakat dipersilahkan untuk memberikan suara dukungan terhadap pariwisata kebanggaannya melalui website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com juga lewat SMS berbayar ke nomor 99386, dengan mengetik sesuai keyword nominasi pilihannya,” terang Syafaat.

Dengan potensi wisata yang dimiliki Bengkulu, lanjut Syafaat, sebenarnya masih banyak peluang untuk masuk nominasi. Beberapa nominasi yang bisa dimasukkan usulan seperti situs sejarah, makanan tradisional, tempat menyelam, dataran tinggi, juga festival wisata terpopuler. Bisa masuk nominasi adalah peran pemerintah dan masyarakat mempromosikan wisatanya.

“Benteng Malborough sempat masuk, tapi belum berhasil,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui dinas pariwisata pada 20 – 23 Juli 2017 ini menggelar Festival Bumi Raflesia. Hal ini bertujuan sebagai peningkatan citra atau promosi wisata. Provinsi dengan garis 525 kilometer pantai juga terkepung hutang lindung (Taman Nasional Kerinci Sebelat) ini juga mempersiapkan diri menjadi tujuan wisata pada tahun 2020.

“Kita tentunya bersyukur, semua pagelaran mulai dari Triathlon 2017, Bengkulu Coffe Festival dan Family Trip bersama bloger Indonesia berjalan sukses. Beberapa catatan pada tahun ini, kita akan berupaya perbaiki dan sempurnakan di tahun mendatang,” ucap Yudi Satria, kepala dinas pariwisata yang juga mengharap kehadiran bloger untuk kembali datang ke Bengkulu pada Festival Tabut 2017 yang bakal digelar September mendatang.