BeritaBengkulu.id - Dalam pelaksanaan Operasi Bina Waspada Nala  2017 yang di gelar Polres Kepahiang dari tanggal 17 Juli sampai 5 Agustus 2017 mendatang. Dengan tujuan terkelolanya situasi keamanan dan situasi Kamtibmas yang kondusif dan mencegah, mengurangi serta meningkatkan daya tangkal terhadap paham radikalisme dan terorisme terhadap masyarakat. Maka berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Polres Kepahiang dan jajarannya untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya dengan mengandeng peran serta mahasiswa dalam mencegah penyebaran paham radikalisme.

Seperti yang dilaksanakan oleh anggota satgas operasi Bina Waspada Nala  2017 Polres Kepahiang , dengan di pimpin Kasat Binmas AKP Umar Fatah,SH,MH. Melakukan tatap muka dan diskusi kepada para mahasiswa UNIB (Universitas Negeri Bengkulu) dan STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ) Curup yang sedang melakukan giat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Permu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Rabu (19/7/2017)

Hadir dalam pertemuan yang penuh keakbaran tersebut diantaranya Samsil (45) selaku Kepala Desa Permu, Ben Horpin (20) selaku koordinator dan jumlah mahasiswa UNIB yang melaksanakan KKN sebanyak 14 orang sedangkan di dari STAIN Curup sebanyak 10 orang.

 “Peran mahasiswa sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme, sebab masyarakat menilai mahasiswa sebagai kaum intelektual dan contoh bagi masyarakat,” ungkap Kasat Binmas Polres Kepahiang

“Dengan menambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikalisme nanti mahasiswa bisa menangkal paham tersebut bila sewaktu-waktu muncul. Karena upaya pemerintah dalam mencegah paham radikal bukan hanya melibatkan unsur TNI dan Polri namun harus memperdayakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang diantaranya itu terdapat mahasiswa ” kata Kasat Binmas

Mahasiswa Diajak Cegah Radikalisme


BeritaBengkulu.id - Dalam pelaksanaan Operasi Bina Waspada Nala  2017 yang di gelar Polres Kepahiang dari tanggal 17 Juli sampai 5 Agustus 2017 mendatang. Dengan tujuan terkelolanya situasi keamanan dan situasi Kamtibmas yang kondusif dan mencegah, mengurangi serta meningkatkan daya tangkal terhadap paham radikalisme dan terorisme terhadap masyarakat. Maka berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Polres Kepahiang dan jajarannya untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya dengan mengandeng peran serta mahasiswa dalam mencegah penyebaran paham radikalisme.

Seperti yang dilaksanakan oleh anggota satgas operasi Bina Waspada Nala  2017 Polres Kepahiang , dengan di pimpin Kasat Binmas AKP Umar Fatah,SH,MH. Melakukan tatap muka dan diskusi kepada para mahasiswa UNIB (Universitas Negeri Bengkulu) dan STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ) Curup yang sedang melakukan giat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Permu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Rabu (19/7/2017)

Hadir dalam pertemuan yang penuh keakbaran tersebut diantaranya Samsil (45) selaku Kepala Desa Permu, Ben Horpin (20) selaku koordinator dan jumlah mahasiswa UNIB yang melaksanakan KKN sebanyak 14 orang sedangkan di dari STAIN Curup sebanyak 10 orang.

 “Peran mahasiswa sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme, sebab masyarakat menilai mahasiswa sebagai kaum intelektual dan contoh bagi masyarakat,” ungkap Kasat Binmas Polres Kepahiang

“Dengan menambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikalisme nanti mahasiswa bisa menangkal paham tersebut bila sewaktu-waktu muncul. Karena upaya pemerintah dalam mencegah paham radikal bukan hanya melibatkan unsur TNI dan Polri namun harus memperdayakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang diantaranya itu terdapat mahasiswa ” kata Kasat Binmas