BENGKULU – Hampir satu bulan menjalani perawatan di  RS Mitra Kemayoran Jakarta, kemarin (9/2) Gubernur Dr. H. Ridwan Mukti, SH, MH pulang ke Bengkulu. Meski belum pulih seratus persen, ia mulai kembali beraktivitas hari ini.

“Namun sifatnya disposisi. Tetap masih diserahkan kewenangnya ke Wagub dan Plt Sekda.  Saya hanya menandatangani keputusan pokok saja dan yang memang tidak bisa diwakilkan,’’ kata Ridwan di kediamannya.

Gubernur akan memimpin rapat bersama staf dan OPD, Senin (13/2). Sedangkan besok (Jumat, red) akan tetap melaksanakan ibadah salat jumat di Masjid Baitul Izzah Padang Harapan. Akan tetapi untuk ibadah masih harus menggunakan kursi.

‘’Untuk salat alhamdulillah lima hari belakangan ini sudah bisa duduk. Kalau selama ini sejak kejadian itu hanya berparing,’’ ucapnya.

Ke depan, setelah konidisinya sudah betul-betul membaik, gubernur berencana melanjutkan roadshow atau perjalanan ke kabupaten-kabupaten. Ia ingin melihat pembangunan di daerah secara langsung. Termasuk kondisi jalan.

“Saya tidak akan kapok untuk melakukan tugas touring untuk memantau proses pembangunan di Bengkulu. Bahkan masih ada dua wilayah yakni ke Mukomuko dan Kaur akan saya selesaikan. Tetapi tidak menggunakan motor lagi, melainkan dari atas kendaraan mobil,’’ paparnya.

Seperti diketahui gubernur mendapat perawatan di Jakarta setelah sepeda motor Kawasaki E650  yang digunakannya terjatuh di liku sembilan Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, pertengahan Januari lalu. Sekitar pukul 15.15 WIB sore kemarin (9/2) gubernur pulang dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia. Setiba di Bandara Fatmawati Bengkulu, ia disambut keluarga dan sejumlah pejabat Pemprov serta beberapa pejabat lainnya. Meski sudah menjadi orang nomor satu di Bengkulu, ia tetap melewati jalur umum bukan VIP.

Lalu gubernur dibawa ke kediaman pribadinya di Jalan Hibrida, Kelurahan Sidomulyo. Setiba di rumahnya, bukannya langsung istirahat, tetapi gubernur langsung menerima sejumlah tamu-tamu dari kalangan pejabat Pemprov yang langsung hadir ingin melihat kondisi dan mendengar cerita Gubernur pasca menjalani operasi. Bahkan gubernur juga menggelar jumpa pers ke sejumlah awak media menceritakan proses operasi yang dialaminya di RS Mitra Kemayoran.

‘’Alhamdulillah sudah dibolehkan dokter pulang. Tapi masih harus kontrol lagi,’’ ujar gubernur didampingi Plt Sekda Provinsi Bengkulu Ir. Drs. H. Sudoto, M,Pd dan Rektor IAIN Prof Dr. H. Siradjuddin M, M.Ag, MH di hadapan media dan sejumlah pejabat Pemprov di kediamannya.

Diceritakan gubernur, sejak kejadian pada 10 Januari tersebut awalnya ia dirawat ke RSM Yunus Bengkulu. Untuk itu dirinya langsung meminta dokter melakukan pemeriksaan tulang di tubuhnya yang terasa sakit. Alhasil dari hasil rontagen didapati bahwa beberapa tulang bahu dan rusuknya mengalami retak. Sehingga langsung dirujuk ke RS Mitra Kemayoran Jakarta.

Setiba di rumah sakit itu, ia langsung ditangani tim medis dan pada 11 Januari langsung menjalani operasi usai salat Magrib. Proses operasi dilakukan selama tujuh jam oleh sedikitnya 9 tim dokter. Setelah itu dirinya baru bangun setelah waktu salat subuh. Saat itu proses operasi sudah selesai dilakukan.

“Alhamdulillah proses operasi yang dilakukan dokter spesialis ortopedi berjalan lancar,’’ ujarnya.

Lanjut Gubernur, usai dioperasi dirinya harus dipasang pengikat tangan. Tujuannya agar tulang yang habis dioperasi tidak begitu bergerak. Proses pemulihan disarankan dokter selama 60 hari. Untuk itu dijadwalkan Senin (13/2) ia kembali melakukan kontrol ke RS Mitra Kemayoran.

Dibesuk Pejabat Negara

Disisi lain Gubernur juga mengakui selama menjalani perawatan dirinya banyak dibesuk pejabat negara. Mulai dari anggota DPR RI, serta Gubernur DKI. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada ajudannya yang sudah siang malam merawat dan menjaga hingga tidak tidur dan masuk angin.

‘’InsyaAllah setelah kontrol terakhir minggu depan ini, pemulihan akan semakin baik. Untuk itu masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir,’’ tutur gubernur. (***)

Baru Sehat, RM Kembali Blusukan


BENGKULU – Hampir satu bulan menjalani perawatan di  RS Mitra Kemayoran Jakarta, kemarin (9/2) Gubernur Dr. H. Ridwan Mukti, SH, MH pulang ke Bengkulu. Meski belum pulih seratus persen, ia mulai kembali beraktivitas hari ini.

“Namun sifatnya disposisi. Tetap masih diserahkan kewenangnya ke Wagub dan Plt Sekda.  Saya hanya menandatangani keputusan pokok saja dan yang memang tidak bisa diwakilkan,’’ kata Ridwan di kediamannya.

Gubernur akan memimpin rapat bersama staf dan OPD, Senin (13/2). Sedangkan besok (Jumat, red) akan tetap melaksanakan ibadah salat jumat di Masjid Baitul Izzah Padang Harapan. Akan tetapi untuk ibadah masih harus menggunakan kursi.

‘’Untuk salat alhamdulillah lima hari belakangan ini sudah bisa duduk. Kalau selama ini sejak kejadian itu hanya berparing,’’ ucapnya.

Ke depan, setelah konidisinya sudah betul-betul membaik, gubernur berencana melanjutkan roadshow atau perjalanan ke kabupaten-kabupaten. Ia ingin melihat pembangunan di daerah secara langsung. Termasuk kondisi jalan.

“Saya tidak akan kapok untuk melakukan tugas touring untuk memantau proses pembangunan di Bengkulu. Bahkan masih ada dua wilayah yakni ke Mukomuko dan Kaur akan saya selesaikan. Tetapi tidak menggunakan motor lagi, melainkan dari atas kendaraan mobil,’’ paparnya.

Seperti diketahui gubernur mendapat perawatan di Jakarta setelah sepeda motor Kawasaki E650  yang digunakannya terjatuh di liku sembilan Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, pertengahan Januari lalu. Sekitar pukul 15.15 WIB sore kemarin (9/2) gubernur pulang dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia. Setiba di Bandara Fatmawati Bengkulu, ia disambut keluarga dan sejumlah pejabat Pemprov serta beberapa pejabat lainnya. Meski sudah menjadi orang nomor satu di Bengkulu, ia tetap melewati jalur umum bukan VIP.

Lalu gubernur dibawa ke kediaman pribadinya di Jalan Hibrida, Kelurahan Sidomulyo. Setiba di rumahnya, bukannya langsung istirahat, tetapi gubernur langsung menerima sejumlah tamu-tamu dari kalangan pejabat Pemprov yang langsung hadir ingin melihat kondisi dan mendengar cerita Gubernur pasca menjalani operasi. Bahkan gubernur juga menggelar jumpa pers ke sejumlah awak media menceritakan proses operasi yang dialaminya di RS Mitra Kemayoran.

‘’Alhamdulillah sudah dibolehkan dokter pulang. Tapi masih harus kontrol lagi,’’ ujar gubernur didampingi Plt Sekda Provinsi Bengkulu Ir. Drs. H. Sudoto, M,Pd dan Rektor IAIN Prof Dr. H. Siradjuddin M, M.Ag, MH di hadapan media dan sejumlah pejabat Pemprov di kediamannya.

Diceritakan gubernur, sejak kejadian pada 10 Januari tersebut awalnya ia dirawat ke RSM Yunus Bengkulu. Untuk itu dirinya langsung meminta dokter melakukan pemeriksaan tulang di tubuhnya yang terasa sakit. Alhasil dari hasil rontagen didapati bahwa beberapa tulang bahu dan rusuknya mengalami retak. Sehingga langsung dirujuk ke RS Mitra Kemayoran Jakarta.

Setiba di rumah sakit itu, ia langsung ditangani tim medis dan pada 11 Januari langsung menjalani operasi usai salat Magrib. Proses operasi dilakukan selama tujuh jam oleh sedikitnya 9 tim dokter. Setelah itu dirinya baru bangun setelah waktu salat subuh. Saat itu proses operasi sudah selesai dilakukan.

“Alhamdulillah proses operasi yang dilakukan dokter spesialis ortopedi berjalan lancar,’’ ujarnya.

Lanjut Gubernur, usai dioperasi dirinya harus dipasang pengikat tangan. Tujuannya agar tulang yang habis dioperasi tidak begitu bergerak. Proses pemulihan disarankan dokter selama 60 hari. Untuk itu dijadwalkan Senin (13/2) ia kembali melakukan kontrol ke RS Mitra Kemayoran.

Dibesuk Pejabat Negara

Disisi lain Gubernur juga mengakui selama menjalani perawatan dirinya banyak dibesuk pejabat negara. Mulai dari anggota DPR RI, serta Gubernur DKI. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada ajudannya yang sudah siang malam merawat dan menjaga hingga tidak tidur dan masuk angin.

‘’InsyaAllah setelah kontrol terakhir minggu depan ini, pemulihan akan semakin baik. Untuk itu masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir,’’ tutur gubernur. (***)