BeritaBengkulu.id – Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, terlihat kecewa saat mengetahui hanya tiga orang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu hadir dalam rapat koordinasi, yang diselenggarakan oleh Dinsos Provinsi Bengkulu, di Santika Hotel Bengkulu, Jumat malam (10/3/2017).
Saat ditemui usai rakor, Wagub mengakui kekecewaannya atas dikitnya Kadinsos yang hadir pada rakor tersebut, mengingat acara ini sangat penting.
“Ya, hal ini membuat saya kecewa karena mereka (Kadinsos, red) tidak hadir dan hanya mengirim utusan,” ucapnya.
Melihat kenyataan itu, Rohidin sangat menyesalkan, karena, menurutnya, rapat koordinasi tersebut walaupun tampaknya sederhana, namun sangat penting artinya bagi pemangku kepentingan dalam perencanaan mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing.
“Kalau tidak hadir dalam rakor ini, apapun alasannya, kalau saya tidak akan menganulirnya, kecuali memang ada hal yang mendesak betul,” tegas Rohidin.
Apalagi kemiskinan di Bengkulu yang angkanya sudah mencapai 17,3 persen dan tertinggi se-Sumatera ini terjadi karena adanya permasalahan sosial dan sebagai leading sektornya adalah dinas sosial.
Peran dinas sosial sangatlah penting bagi kesejahteraan sosial masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan di Provinsi Bengkulu. Semua itu, menurutnya perlu koordinasi perencanaan yang baik dan terarah.
“Ini rakor perencanaan, hendakannya harus direncanakan betul. Karena jika perencanaan itu benar dilakukan oleh pemangku kebijakan, maka 50 persen keberhasilan program tersebut sudah dalam genggaman,” terang mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.
Dari seluruh dinsos kabupaten/kota yang diundang, hanya Kepala Dinas Kabupaten Seluma, Kaur dan Kota Bengkulu yang berdiri menyatakan dirinya hadir, sedangkan dari kabupaten lainnya hanya mengirimkan perwakilan saja. (***)

PARAH, Cuma 3 Kadinsos Yang Penuhi Undangan Wagub

BeritaBengkulu.id – Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, terlihat kecewa saat mengetahui hanya tiga orang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu hadir dalam rapat koordinasi, yang diselenggarakan oleh Dinsos Provinsi Bengkulu, di Santika Hotel Bengkulu, Jumat malam (10/3/2017).
Saat ditemui usai rakor, Wagub mengakui kekecewaannya atas dikitnya Kadinsos yang hadir pada rakor tersebut, mengingat acara ini sangat penting.
“Ya, hal ini membuat saya kecewa karena mereka (Kadinsos, red) tidak hadir dan hanya mengirim utusan,” ucapnya.
Melihat kenyataan itu, Rohidin sangat menyesalkan, karena, menurutnya, rapat koordinasi tersebut walaupun tampaknya sederhana, namun sangat penting artinya bagi pemangku kepentingan dalam perencanaan mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing.
“Kalau tidak hadir dalam rakor ini, apapun alasannya, kalau saya tidak akan menganulirnya, kecuali memang ada hal yang mendesak betul,” tegas Rohidin.
Apalagi kemiskinan di Bengkulu yang angkanya sudah mencapai 17,3 persen dan tertinggi se-Sumatera ini terjadi karena adanya permasalahan sosial dan sebagai leading sektornya adalah dinas sosial.
Peran dinas sosial sangatlah penting bagi kesejahteraan sosial masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan di Provinsi Bengkulu. Semua itu, menurutnya perlu koordinasi perencanaan yang baik dan terarah.
“Ini rakor perencanaan, hendakannya harus direncanakan betul. Karena jika perencanaan itu benar dilakukan oleh pemangku kebijakan, maka 50 persen keberhasilan program tersebut sudah dalam genggaman,” terang mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.
Dari seluruh dinsos kabupaten/kota yang diundang, hanya Kepala Dinas Kabupaten Seluma, Kaur dan Kota Bengkulu yang berdiri menyatakan dirinya hadir, sedangkan dari kabupaten lainnya hanya mengirimkan perwakilan saja. (***)