BENGKULU - Sudah satu minggu ini, transportasi jalur laut Bengkulu-Pulau Enggano terputus. Pasalnya, Kapal Feri Pulo Tello milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bengkulu yang biasanya mengakut penumpang dua kali seminggu itu, harus dilakukan perbaikan berkala. Hal ini membuat pengguna transportasi jalur laut Bengkulu-Enggano harus bersabar menunggu untuk berlayar kembali.

“Kapal Feri yang biasanya ke Pulau Enggano sedang melakukan perbaikan rutin di Jakarta,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MSi kepada BE, kemarin (12/2).

Dijelaskan Budi, Kapal Feri ini berangkat untuk melakukan perbaikan ke Jakarta pada tanggal 6 Februari lalu. Sampai saat ini, kapal tersebut belum selesai dilakukan perbaikan. Diperkirakan, membutuhkan waktu satu bulan untuk melakukan perbaikan berkala tersebut. “Kalau perbaikan, sekitar satu bulan. Ketika selesai langsung kembali melayani akses Bengkulu ke Enggano,” tambahnya.

Meski perbaikan kapal membutuhkan waktu sekitar satu bulan, namun demikian Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan keberangkatan Enggano-Bengkulu maupun sebalinya. Sebab pemprov akan mengganti kapal sementara untuk akses transporatasi jalur tersebut. Dimana Kapal perintis KM Sabuk Nusantara akan ditugaskan melayani secara rutin jalur Bengkulu-Enggano.

“Kita sudah minta KM Sabuk Nusantara untuk melayani penumpang dari Bengkulu-Enggano,” ujarnya.

KM Sabuk Nusantara ini dijadwalkan akan berangkat hari ini (13/2) dari Jakarta menuju Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 4 hari perjalan. Sebab KM Sabuk Nusantara akan melintasi 4 pelabuhan hingga sampai Pulau Enggano. Dimana jalurnya dari Jakarta kemudian ke Pelabuhan Sadai/Toboali, Pelabuhan Mesuji, Pelabuhan Panjang kemudian ke Pelabuhan Linau lalu ke Pulau Enggano. Setelah sampai ke Pulau Enggano, KM Sabuk Nusantara akan langsung membawa penumpang ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. “Jika cuacanya bagus, bisa empat hari sampai di Bengkulu. Tapi kita akan lihat faktor cuaca nanti,” ujarnya.

Dengan sampainya KM Sabuk Nusantara ke Pulau Enggano, maka kapal perintis ini akan terus melayani jalur Bengkulu-Enggano. Dimana pelayanan ini akan terus dilakukan sampai kapal Feri Pulo Tello selesai melakukan perbaikan. Meski kapalnya berubah, namun Dishub memastikan transportasi jalur Bengkulu Enggano tetap akan dilakukan dua kali dalam satu minggu.

“Ini solusi yang kita berikan, sampai benar-benar kapal Feri selesai dilakukan perbaikan dan kembali lagi ke Bengkulu,” tutup Budi.

Para kepala suku masyarakat Enggano hari ini akan mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan keluhan. Sebab, dengan putusnya akses ke Pulau Enggano, ekonomi masyarakat sekitar menjadi lumpuh. “Kami minta solusi pelayaran ke Enggano yang kosong. feri naik dock, perintis tertahan di Tanjung periuk,” ujar Hardi (50) salah seorang warga setempat

Camat Enggano Marlansius SSos membenarkan keadaan ini. Menurutnya Kapal Feri saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan perbaikan yakni docking. Sedangkan kapal perintis berada di Jakarta, yang diperkirakan akan sampai di Enggano sekitar 4 hari kedepan.

”Terakhir kapal meninggalkan dermaga Enggano pada tanggal 4 Februari lalu. Kemudian hingga saat ini tidak ada lagi transportasi bagi masyarakat,” ujarnya kepada Bengkulu Ekspress (BE) saat dihubungi melalui telepon genggam, kemarin (12/2).

Ia menambahkan ketidakadaan transportasi ini membuat hasil kebutuhan masyarakat tak dapat dibawa keluar. Akibatnya hasil perkebunan seperti pisang dibiarkan membusuk begitu saja. Namun mengenai stok Bahan Bakar Minyak (BBM) masih tercukupi hingga akhir Februari nanti. ”Kalau untuk BBM masih ada sampai Februari ini. Karena ketika kapal bersandar dilakukan penyetokan untuk kebutuhan selama 1 bulan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai transportasi udara, ia menyebutkan masih mengalami kendala pelelangan di tingkat pusat. Akibatnya, hingga bulan Maret nanti tidak ada pesawat. ”Akses bandara juga tidak ada. Karena masih lelang di pusat,” pungkasnya. (***)

Akses ke Pulau Enggano Terputus


BENGKULU - Sudah satu minggu ini, transportasi jalur laut Bengkulu-Pulau Enggano terputus. Pasalnya, Kapal Feri Pulo Tello milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bengkulu yang biasanya mengakut penumpang dua kali seminggu itu, harus dilakukan perbaikan berkala. Hal ini membuat pengguna transportasi jalur laut Bengkulu-Enggano harus bersabar menunggu untuk berlayar kembali.

“Kapal Feri yang biasanya ke Pulau Enggano sedang melakukan perbaikan rutin di Jakarta,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MSi kepada BE, kemarin (12/2).

Dijelaskan Budi, Kapal Feri ini berangkat untuk melakukan perbaikan ke Jakarta pada tanggal 6 Februari lalu. Sampai saat ini, kapal tersebut belum selesai dilakukan perbaikan. Diperkirakan, membutuhkan waktu satu bulan untuk melakukan perbaikan berkala tersebut. “Kalau perbaikan, sekitar satu bulan. Ketika selesai langsung kembali melayani akses Bengkulu ke Enggano,” tambahnya.

Meski perbaikan kapal membutuhkan waktu sekitar satu bulan, namun demikian Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan keberangkatan Enggano-Bengkulu maupun sebalinya. Sebab pemprov akan mengganti kapal sementara untuk akses transporatasi jalur tersebut. Dimana Kapal perintis KM Sabuk Nusantara akan ditugaskan melayani secara rutin jalur Bengkulu-Enggano.

“Kita sudah minta KM Sabuk Nusantara untuk melayani penumpang dari Bengkulu-Enggano,” ujarnya.

KM Sabuk Nusantara ini dijadwalkan akan berangkat hari ini (13/2) dari Jakarta menuju Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 4 hari perjalan. Sebab KM Sabuk Nusantara akan melintasi 4 pelabuhan hingga sampai Pulau Enggano. Dimana jalurnya dari Jakarta kemudian ke Pelabuhan Sadai/Toboali, Pelabuhan Mesuji, Pelabuhan Panjang kemudian ke Pelabuhan Linau lalu ke Pulau Enggano. Setelah sampai ke Pulau Enggano, KM Sabuk Nusantara akan langsung membawa penumpang ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. “Jika cuacanya bagus, bisa empat hari sampai di Bengkulu. Tapi kita akan lihat faktor cuaca nanti,” ujarnya.

Dengan sampainya KM Sabuk Nusantara ke Pulau Enggano, maka kapal perintis ini akan terus melayani jalur Bengkulu-Enggano. Dimana pelayanan ini akan terus dilakukan sampai kapal Feri Pulo Tello selesai melakukan perbaikan. Meski kapalnya berubah, namun Dishub memastikan transportasi jalur Bengkulu Enggano tetap akan dilakukan dua kali dalam satu minggu.

“Ini solusi yang kita berikan, sampai benar-benar kapal Feri selesai dilakukan perbaikan dan kembali lagi ke Bengkulu,” tutup Budi.

Para kepala suku masyarakat Enggano hari ini akan mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan keluhan. Sebab, dengan putusnya akses ke Pulau Enggano, ekonomi masyarakat sekitar menjadi lumpuh. “Kami minta solusi pelayaran ke Enggano yang kosong. feri naik dock, perintis tertahan di Tanjung periuk,” ujar Hardi (50) salah seorang warga setempat

Camat Enggano Marlansius SSos membenarkan keadaan ini. Menurutnya Kapal Feri saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan perbaikan yakni docking. Sedangkan kapal perintis berada di Jakarta, yang diperkirakan akan sampai di Enggano sekitar 4 hari kedepan.

”Terakhir kapal meninggalkan dermaga Enggano pada tanggal 4 Februari lalu. Kemudian hingga saat ini tidak ada lagi transportasi bagi masyarakat,” ujarnya kepada Bengkulu Ekspress (BE) saat dihubungi melalui telepon genggam, kemarin (12/2).

Ia menambahkan ketidakadaan transportasi ini membuat hasil kebutuhan masyarakat tak dapat dibawa keluar. Akibatnya hasil perkebunan seperti pisang dibiarkan membusuk begitu saja. Namun mengenai stok Bahan Bakar Minyak (BBM) masih tercukupi hingga akhir Februari nanti. ”Kalau untuk BBM masih ada sampai Februari ini. Karena ketika kapal bersandar dilakukan penyetokan untuk kebutuhan selama 1 bulan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai transportasi udara, ia menyebutkan masih mengalami kendala pelelangan di tingkat pusat. Akibatnya, hingga bulan Maret nanti tidak ada pesawat. ”Akses bandara juga tidak ada. Karena masih lelang di pusat,” pungkasnya. (***)