Image result for akbid manna
BeritaBengkulu.id - Dahulunya Akademi Kebidanan (Akbid) Manna merupakan salah satu kampus kebanggaan yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Mahasiswi yang belajar di sana bukan hanya dari Kabupaten Bengkulu Selatan, tapi juga banyak berdatangan dari Kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Seluma, Kaur bahkan dari Pagar Alama Provinsi Sumatera Selatan.

Entah karena kesalahan dalam memanajemen atau adanya konflik internal lainnya, hingga saat ini kondisi Akbid Manna sangat memprihatinkan. Hal tersebut ditandai dengan semakin berkurangnya jumlah mahasiswi. Yang mana saat ini jumlah keseluruhan mahasiswi Akbid Manna kurang dari 100 orang.
Menumpahkan kekesalannya akan kondisi Akbid Manna sekarang ini, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sekundang tempat bernaungnya Akbid Manna, mengatakan bahwa pada tahun depan Akbid Manna akan ditutup.

Dirwan beralasan, bahwa kondisi keuangan Akbid tidak mampu lagi membiayai operasional Akbid, seperti untuk membayar karyawan, dosen dan kebutuhan rutin lainnya. Selama ini, Pemerintah Daerah terus memberikan subsidi anggaran untuk operasional Akbid Manna. Namun mulai tahun depan, Dirwan mengatakan akan menghentikan bantuan dana dari Pemerintah Daerah ke Akbid Manna.

“Tahun depan mau tutup. Karena Akbid tidak mampu lagi membiayai operasional. Saya pikir tahun depan sudah selesai. Innalillahi, tinggal kenangan. Saat ini seluruh mahasiswi Akbid Manna tiga tingkatan itu hanya ada 90 orang,” kata Bupati saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Bengkulu Selatan di halaman kantor Bupati BS, Selasa (4/4/17).

Bupati juga menyampaikan bahwa lahan milik Pemda yang saat ini tengah dipakai Akbid Manna tidak dapat dihibahkan.

“Kenapa kondisi Akbid Manna bisa seperti ini? Kesalahan siapa? Ini warisan dari terdahulu. Waktu Akbid Manna diserahkan ke saya, Pak Jani, Pak Nazim, sisa uang kas Akbid Manna itu saldonya Rp 5 M. Tapi itu uangnya tidak ada. Bayangkan, sebegitu lamanya Akbid berdiri, masa belum mampu beli tanah satu kapling pun. Makanya, saya pikir tahun depan ini sudah selesai. Innalillaihi,” tutur Dirwan. (PB)

Akbid Manna Tutup, Innalillahi !

Image result for akbid manna
BeritaBengkulu.id - Dahulunya Akademi Kebidanan (Akbid) Manna merupakan salah satu kampus kebanggaan yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Mahasiswi yang belajar di sana bukan hanya dari Kabupaten Bengkulu Selatan, tapi juga banyak berdatangan dari Kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Seluma, Kaur bahkan dari Pagar Alama Provinsi Sumatera Selatan.

Entah karena kesalahan dalam memanajemen atau adanya konflik internal lainnya, hingga saat ini kondisi Akbid Manna sangat memprihatinkan. Hal tersebut ditandai dengan semakin berkurangnya jumlah mahasiswi. Yang mana saat ini jumlah keseluruhan mahasiswi Akbid Manna kurang dari 100 orang.
Menumpahkan kekesalannya akan kondisi Akbid Manna sekarang ini, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sekundang tempat bernaungnya Akbid Manna, mengatakan bahwa pada tahun depan Akbid Manna akan ditutup.

Dirwan beralasan, bahwa kondisi keuangan Akbid tidak mampu lagi membiayai operasional Akbid, seperti untuk membayar karyawan, dosen dan kebutuhan rutin lainnya. Selama ini, Pemerintah Daerah terus memberikan subsidi anggaran untuk operasional Akbid Manna. Namun mulai tahun depan, Dirwan mengatakan akan menghentikan bantuan dana dari Pemerintah Daerah ke Akbid Manna.

“Tahun depan mau tutup. Karena Akbid tidak mampu lagi membiayai operasional. Saya pikir tahun depan sudah selesai. Innalillahi, tinggal kenangan. Saat ini seluruh mahasiswi Akbid Manna tiga tingkatan itu hanya ada 90 orang,” kata Bupati saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Bengkulu Selatan di halaman kantor Bupati BS, Selasa (4/4/17).

Bupati juga menyampaikan bahwa lahan milik Pemda yang saat ini tengah dipakai Akbid Manna tidak dapat dihibahkan.

“Kenapa kondisi Akbid Manna bisa seperti ini? Kesalahan siapa? Ini warisan dari terdahulu. Waktu Akbid Manna diserahkan ke saya, Pak Jani, Pak Nazim, sisa uang kas Akbid Manna itu saldonya Rp 5 M. Tapi itu uangnya tidak ada. Bayangkan, sebegitu lamanya Akbid berdiri, masa belum mampu beli tanah satu kapling pun. Makanya, saya pikir tahun depan ini sudah selesai. Innalillaihi,” tutur Dirwan. (PB)