BeritaBengkulu.id - Menyingkap tabir kerahasiaan di industri porno. Itulah yang dilakoni aktris, Rashida Jones, lewat film seri Netflix, Hot Girls Wanted: Turned On.
“Niatnya bukan untuk menyajikan cerita manipulatif yang miring atau mencegah orang memasuki industri porno. Niatnya mengungkap tabir, menarik tirai industri ini, yang tumbuh subur dari kerahasiaan,” ujarnya.
Bahkan bintang Hollywood ini juga ingin mengungkap hubungan cinta online yang saaat ini marak.
“Hubungan cinta jarak jauh orang-orang banyak. Jadi film ini bukanlah hal yang pelik,” klaimnya.
Dokumenter enam bagian ini merupakan langkah tindak film dokumenter Rashida Jones, Hot Girls Wanted, dirilis tahun 2015.
Karyanya menceritakan enam kisah orang yang kehidupan pribadinya terpengaruh oleh ledakan internet dan kemudian bermasalah dengan keintiman atau keterkucilan.
Seri itu juga melihat bagaimana remaja memiliki kepribadian berbeda secara online dibanding dalam kehidupan pribadi mereka.
Tapi dokumenter ini tak disambut baik di kalangan industri porno negara Paman Sam, AS.
“Saya pikir ada baiknya melakukan sesuatu yang mengakibatkan terjadinya gelombang, karena itu berarti orang berbicara. Terutama dengan masalah ini. Banyak hal yang harus dibicarakan tapi begitu sedikit percakapan nyata yang terjadi. Kita mendapat banyak dorongan dari industri dan dari luar industri ini dan saya pikir kita ingin menjawab pertanyaan. Bagaimana cerita-cerita lain yang terjadi di sekitar dan berurusan dengan pornografi, teknologi, seks, dan keintiman? Begitu banyak hal lain perlu dibicarakan, kami tidak ingin berhenti di situ. Kami merangkul semua yang kritis terhadap proyek kami dan mengajak mereka apabila ingin terlibat dalam serial ini. Tidak ada yang menanggapi,” bebernya.
Rashida Jones adalah putri produser musik Quincy Jones dan aktris Peggy Lipton. Sukses membintangi film-film seperti The Social Network dan The Muppets dan juga The Office versi AS.
Sekedar tahu, di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah banyak memblokir situs- situs porno. Tapi masih banyak ajatuh yang aktif. Kenapa tidak diblokir? 
(CI)

Rashida Ungkap Rahasia Industri Porno

BeritaBengkulu.id - Menyingkap tabir kerahasiaan di industri porno. Itulah yang dilakoni aktris, Rashida Jones, lewat film seri Netflix, Hot Girls Wanted: Turned On.
“Niatnya bukan untuk menyajikan cerita manipulatif yang miring atau mencegah orang memasuki industri porno. Niatnya mengungkap tabir, menarik tirai industri ini, yang tumbuh subur dari kerahasiaan,” ujarnya.
Bahkan bintang Hollywood ini juga ingin mengungkap hubungan cinta online yang saaat ini marak.
“Hubungan cinta jarak jauh orang-orang banyak. Jadi film ini bukanlah hal yang pelik,” klaimnya.
Dokumenter enam bagian ini merupakan langkah tindak film dokumenter Rashida Jones, Hot Girls Wanted, dirilis tahun 2015.
Karyanya menceritakan enam kisah orang yang kehidupan pribadinya terpengaruh oleh ledakan internet dan kemudian bermasalah dengan keintiman atau keterkucilan.
Seri itu juga melihat bagaimana remaja memiliki kepribadian berbeda secara online dibanding dalam kehidupan pribadi mereka.
Tapi dokumenter ini tak disambut baik di kalangan industri porno negara Paman Sam, AS.
“Saya pikir ada baiknya melakukan sesuatu yang mengakibatkan terjadinya gelombang, karena itu berarti orang berbicara. Terutama dengan masalah ini. Banyak hal yang harus dibicarakan tapi begitu sedikit percakapan nyata yang terjadi. Kita mendapat banyak dorongan dari industri dan dari luar industri ini dan saya pikir kita ingin menjawab pertanyaan. Bagaimana cerita-cerita lain yang terjadi di sekitar dan berurusan dengan pornografi, teknologi, seks, dan keintiman? Begitu banyak hal lain perlu dibicarakan, kami tidak ingin berhenti di situ. Kami merangkul semua yang kritis terhadap proyek kami dan mengajak mereka apabila ingin terlibat dalam serial ini. Tidak ada yang menanggapi,” bebernya.
Rashida Jones adalah putri produser musik Quincy Jones dan aktris Peggy Lipton. Sukses membintangi film-film seperti The Social Network dan The Muppets dan juga The Office versi AS.
Sekedar tahu, di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah banyak memblokir situs- situs porno. Tapi masih banyak ajatuh yang aktif. Kenapa tidak diblokir? 
(CI)