BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca

BeritaBengkulu.id - Deputi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca yang mendadak pada sore hari.

"Masyarakat diminta untuk tetap selalu waspada, karena pada periode peralihan musim saat ini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih ada hingga pertengahan Mei 2017," kata Yunus S Swarinoto.

Yunus menjelaskan, jika terdapat awan gelap atau awan hujan dan perubahan udara menjadi dingin secara mendadak akibat adanya awan tersebut maka masyarakat diminta tidak berlindung di bawah pohon atau jembatan penyeberangan.

"Dikhawatirkan kondisi yang rapuh dan roboh, sehingga batang pohon akan menimpa orang yang berteduh dibawahnya," jelasnya.

Sebelumnya, aplikasi BMKG menyebutkan informasi kecepatan angin mencapai 18,5 km/jam namun hal ini masih dalam kondisi normal.

Sejumlah wilayah di Tanah Air mengalami bencana banjir bandang dan angin kencang. Seperti yang terjadi di kawasan Ciwidey Kabupaten Bandung banjir bandang menerjang Desa Margamulya Kecamatan Pasir Jambu yang terjadi Rabu (3/5).

Kementerian Sosial mencatat jumlah pengungsi akibat bencana alam hingga triwulan pertama 2017 mencapai 961.714 jiwa.

Sementara jumlah korban meninggal mencapai 146 jiwa. Adapun jumlah rumah yang rusak akibat bencana mencapai 11.559 unit. Ada pun jumlah kejadian dalam kurun triwulan pertama 2017 sebanyak 884.

Mayoritas korban akibat bencana puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang terjadi akibat anomali musim dan statistiknya cenderung meningkat.

(MP)

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca

BeritaBengkulu.id - Deputi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca yang mendadak pada sore hari.

"Masyarakat diminta untuk tetap selalu waspada, karena pada periode peralihan musim saat ini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih ada hingga pertengahan Mei 2017," kata Yunus S Swarinoto.

Yunus menjelaskan, jika terdapat awan gelap atau awan hujan dan perubahan udara menjadi dingin secara mendadak akibat adanya awan tersebut maka masyarakat diminta tidak berlindung di bawah pohon atau jembatan penyeberangan.

"Dikhawatirkan kondisi yang rapuh dan roboh, sehingga batang pohon akan menimpa orang yang berteduh dibawahnya," jelasnya.

Sebelumnya, aplikasi BMKG menyebutkan informasi kecepatan angin mencapai 18,5 km/jam namun hal ini masih dalam kondisi normal.

Sejumlah wilayah di Tanah Air mengalami bencana banjir bandang dan angin kencang. Seperti yang terjadi di kawasan Ciwidey Kabupaten Bandung banjir bandang menerjang Desa Margamulya Kecamatan Pasir Jambu yang terjadi Rabu (3/5).

Kementerian Sosial mencatat jumlah pengungsi akibat bencana alam hingga triwulan pertama 2017 mencapai 961.714 jiwa.

Sementara jumlah korban meninggal mencapai 146 jiwa. Adapun jumlah rumah yang rusak akibat bencana mencapai 11.559 unit. Ada pun jumlah kejadian dalam kurun triwulan pertama 2017 sebanyak 884.

Mayoritas korban akibat bencana puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang terjadi akibat anomali musim dan statistiknya cenderung meningkat.

(MP)