BENGKULU - Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kaur diminta untuk membenahi kemasan atau packing produknya agar mampu menembus pasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaur Asmawan SSos, melalui Kabid Industri, Harika SE, saat membuka pelatihan kemasan produk bagi pelaku UKM di Gedung Busines Development Centre (BDC) Pondok Pusaka, Selasa (7/2).

“Satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah kemasan produk. Karena dengan kemasan yang menarik, produk UKM asal Kaur akan lebih bersaing dengan produk daerah lain dipasar nasional,” kata Harika.

Dikatakannya, perbaikan kemasan produk ini dapat menjadi kesempatan dan peluang produk UKM Kabupaten Kaur menembus pasar modern khususnya diwilayah Provinsi Bengkulu. Selain itu, kemasan juga masih menjadi salah satu item penilaian suatu produk jika akan dimasukan ke dalam pasar Nasional. Namun pemerintah daerah sejauh ini telah menfasilitasi UKM dari segi pelatihan pengemasan dan pengolahan produk.

“Disini kita selalu mengimbau kepada pelaku UKM agar memperhatikan masalah kemasan produk karena yang akan dilihat pertama kali konsumen adalah kemasan,” terangnya.

Lanjutnya, banyak pelaku UKM yang belum memahami pentingnya pengukuran kuantitas produk yang dikemas. Demikian pula dengan pemasangan label kemasan yang berisikan identitas produk. Akibatnya, produk yang dihasilkan UKM tersebut tidak punya daya saing untuk pasar global.

“Dengan adanya pelatihan kemasan produk makanan ini nanti, bisa menarik, produk-produk dari Kabupaten Kaur dan, akan mampu meningkatkan daya saing di pasaran,” terangnya.

Ditambahkanya, dalam pelatihan yang digelar selama dua hari yakni dari tanggal 7-8 Februari 2017 dan diikuti sebanyak 30 UKM. Para pelaku UKM ini sekitar 70 persen didominasi oleh produsen makanan dan minuman, sedangkan sisanya adalah pelaku usaha kerajinan tangan.

“Pelatihnya ini langsung dari Jakarta, dan untuk hari pertama ini masih sekadar materi saja, dan baru besok (hari ini) pelatihan kemasan produknya,” jelasnya. (***)

Pemkab Kaur Cuma Bisa Ngomong


BENGKULU - Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kaur diminta untuk membenahi kemasan atau packing produknya agar mampu menembus pasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaur Asmawan SSos, melalui Kabid Industri, Harika SE, saat membuka pelatihan kemasan produk bagi pelaku UKM di Gedung Busines Development Centre (BDC) Pondok Pusaka, Selasa (7/2).

“Satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah kemasan produk. Karena dengan kemasan yang menarik, produk UKM asal Kaur akan lebih bersaing dengan produk daerah lain dipasar nasional,” kata Harika.

Dikatakannya, perbaikan kemasan produk ini dapat menjadi kesempatan dan peluang produk UKM Kabupaten Kaur menembus pasar modern khususnya diwilayah Provinsi Bengkulu. Selain itu, kemasan juga masih menjadi salah satu item penilaian suatu produk jika akan dimasukan ke dalam pasar Nasional. Namun pemerintah daerah sejauh ini telah menfasilitasi UKM dari segi pelatihan pengemasan dan pengolahan produk.

“Disini kita selalu mengimbau kepada pelaku UKM agar memperhatikan masalah kemasan produk karena yang akan dilihat pertama kali konsumen adalah kemasan,” terangnya.

Lanjutnya, banyak pelaku UKM yang belum memahami pentingnya pengukuran kuantitas produk yang dikemas. Demikian pula dengan pemasangan label kemasan yang berisikan identitas produk. Akibatnya, produk yang dihasilkan UKM tersebut tidak punya daya saing untuk pasar global.

“Dengan adanya pelatihan kemasan produk makanan ini nanti, bisa menarik, produk-produk dari Kabupaten Kaur dan, akan mampu meningkatkan daya saing di pasaran,” terangnya.

Ditambahkanya, dalam pelatihan yang digelar selama dua hari yakni dari tanggal 7-8 Februari 2017 dan diikuti sebanyak 30 UKM. Para pelaku UKM ini sekitar 70 persen didominasi oleh produsen makanan dan minuman, sedangkan sisanya adalah pelaku usaha kerajinan tangan.

“Pelatihnya ini langsung dari Jakarta, dan untuk hari pertama ini masih sekadar materi saja, dan baru besok (hari ini) pelatihan kemasan produknya,” jelasnya. (***)